jembatan timbang sawit

Jembatan timbang merupakan fasilitas yang dirancang khusus untuk mengukur berat kendaraan dan muatan yang dibawanya. Fungsi jembatan timbang berperan penting dalam kelancaran arus lalu lintas, salah satunya untuk memastikan kendaraan tidak melebihi batas berat, sehingga dapat melintas dengan aman.

 

Jembatan timbang menjadi sarana yang mendukung infrastruktur jalan raya dan sudah menjadi kewenangan pemerintah pusat dalam pengendaliannya. Untuk optimalisasinya, pemerintah melalui Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 19 mengatur batas maksimum muatan pada kendaraan berat, khususnya truk. Di mana truk perlu melintasi jembatan timbang terlebih dulu sebelum diizinkan jalan ke tempat tujuan.

 

Menurut Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 19, kelas I dengan truk berat 10 ton (dimensi truk 2,5 x 18 x 4,2 m), kelas II dengan truk berat 8 ton (dimensi truk 2,5 x 12 x 4,2 m), dan kelas II dengan truk berat 8 ton (dimensi truk 2,1 x 9 x 3,5 m).

 

Dalam mendukung perkembangan lalu lintas angkutan barang, jembatan timbang memiliki 3 fungsi utama yaitu, fungsi pencatatan, fungsi pengawasan, dan fungsi penindakan. Simak artikel ini sampai habis untuk penjelasan lebih spesifik mengenai fungsi jembatan timbang.

Fungsi Jembatan Timbang

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, jembatan timbang menjadi salah satu fasilitas yang mendukung kelancaran lalu lintas transportasi. Lebih lanjut, berikut 6 fungsi jembatan timbang secara spesifik.

 

1. Mengukur Berat Angkutan

Sebagaimana fungsi utama sebuah timbangan, jembatan timbang digunakan untuk mengukur berat angkutan, baik dalam kondisi kosong maupun ada muatan.

 

Penimbangan angkutan penting dilakukan sebelum dan sesudah jalan tugas. Hal ini supaya ketika jalan, angkutan tidak melebihi batas berat muatan yang ditetapkan.

 

2. Membantu dalam Pemeriksaan Kepatuhan

Fungsi jembatan timbang selanjutnya yaitu untuk membantu dalam melakukan pemeriksaan terhadap angkutan yang melintas.

 

Dalam prosedur kerja, kendaraan besar yang membawa muatan besar tidak bisa asal berkendara, harus dinyatakan layak jalan terlebih dahulu demi menjaga keamanan. Salah satunya yaitu perlu memperhatikan aspek berat maksimum yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

 

3. Pengendalian Beban Jalan

Hal ini mengikuti peraturan yang mengatur pembagian kelas jalan untuk kendaraan muatan besar, khususnya truk. Truk dengan muatan tertentu tidak diizinkan melalui daerah tertentu pula, misalnya perkampungan.

 

Dengan mengetahui berat kendaraan beserta muatannya melalui jembatan timbang, maka pengendalian beban jalan pun akan lebih mudah. Truk sudah mengantongi surat-surat jalan yang memuat jumlah berat kendaraan dan aturan-aturan lain yang harus ditaati.

 

4. Menciptakan Keamanan Jalan Raya

Jembatan timbang sangat berperan dalam menjaga keamanan jalan raya dan infrastruktur transportasi. Terlebih mengingat banyaknya kecelakaan karena angkutan barang yang melebihi kapasitas, tentunya persyaratan berat angkutan jalan perlu diperketat lagi.

 

Dengan memastikan angkutan tidak melebihi batas berat yang aman, angkutan dapat melintas dengan nyaman pada rute-rute yang telah ditentukan sesuai aturan pemerintah. Selain itu, ini juga dapat meminimalisir kerusakan pada infrastruktur jalan.

 

5. Mendukung Pengendalian Kualitas Produk

Pada beberapa kondisi, seperti aktivitas di industri kelapa sawit dan hasil perkebunan, jembatan timbang sawit membantu mengukur berat produk yang diangkut oleh kendaraan.

 

Data jumlah berat produk adalah informasi penting dalam membantu memastikan apakah produk yang dikirim sudah sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan. Selain itu, data tersebut juga digunakan oleh pihak manajemen dalam pengendalian kualitas produk di masa depan.

 

6. Manajemen Logistik

Seperti yang sudah disebutkan pada poin sebelumnya, informasi berat yang diperoleh dari jembatan timbang sangat penting untuk efisiensi manajemen logistik. Perusahaan dapat turut mengacu pada informasi tersebut untuk mengoptimalkan distribusi dan perencanaan rute angkutan ke berbagai daerah.

Spesifikasi Jembatan Timbang

Ada beberapa jenis jembatan timbang yang dirancang sesuai kebutuhan jenis angkutannya. Secara umum, berikut spesifikasi jembatan timbang yang dapat digunakan.

 

  • Jenis: Jembatan Timbang Truk
  • Kapasitas Jembatan Tangguh: 20 hingga 40 ton
  • Ukuran: 6 x 3,4 meter
  • Resolusi: 10 kilogram

 

Sementara untuk komponen plat, tipe, batang utama, batang pendukung, sistem, load cell, overload rating, hingga junction box dapat berbeda-beda tergantung pemesanan dan produsen jembatan timbang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *