Cerita Pelaku Pungli di Mojokerto, Dapat Rp12 Juta Sebulan, Modus Beri Karcis Parkir ke Sopir Truk

Penangkapan pelaku tindakan premanisme dan pungutan liar (pungli) dilakukan jajaran kepolisian di sejumlah daerah. Termasuk yang terjadi di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Polres Mojokerto berhasil meringkus seorang pelaku bernama Khoirul Basori.

Pria berumur 33 tahun itu melakukan tindakan premanisme dan pungli terhadap sopir truk di kawasan Ngoro Industrial Park (NIP) Kabupaten Mojokerto. Tersangka asal Dusun Sukorejo, Desa Lolawang, Ngoro, Kabupaten Mojokerto, ini memperoleh keuntungan pribadi dari hasil tindakan premanisme dan pungli berkedok karcis parkir sebanyak Rp12 juta setiap bulan. Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Aleksander, mengatakan berdasarkan keterangan tersangka sudah beraksi melakukan tindakan premanisme dan Pungli selama delapan tahun.

Modus tersangka yakni memberikan karcis parkir dan kuitansi berlogo karangtaruna dengan tarif senilai Rp5.000 10.000, pada setiap sopir truk yang masuk dan melakukan bongkar/muat di kawasan industri NIP Kecamatan Ngoro. "Ada 70 truk sampai 80 unit truk beraktivitas bongkar muat di kawasan NIP Ngoro yang menjadi target tersangka melakukan tindakan premanisme dan Pungli senilai Rp5 ribu hingga Rp10 ribu sehingga dalam satu hari saja nilainya sekitar Rp700 ribu," ungkapnya di Mapolres Mojokerto, Senin (14/6/2021). Dony mengatakan hasil penyidikan terhadap tersangka mengaku dia hanya mendapat Rp12 juta per bulan dari tindakan premanisme dan Pungli tersebut.

Sedangkan, tersangka rutin setor pada pihak karangtaruna setempat sebanyak Rp200 ribu per bulan. "Kami masih menyelidiki terkait keterlibatan karangtaruna nantinya akan kami lakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan," jelasnya. Dia menduga adanya keterlibatan pihak lain lantaran praktik premanisme dan Pungli di kawasan berikat NIP Ngoro sudah berlangsung lama mulai Tahun 2013.

Perbuatan tersangka dijerat Pasal 368 KUHP ancaman pidana penjara maksimal 9 tahun. "Kami masih terus mendalami dan mengembangkan kasus tindakan premanisme dan Pungli apakah ada oknum lain nanti akan kita usut sampai ke akarnya" ucap Dony. Tersangka Khoirul Basori (33) mengatakan tindakannya merupakan kesepakatan dari berbagai pihak termasuk pemilik barang di kawasan NIP Ngoro.

Namun dia seolah menutupi dan enggan menyebutkan pemilik barang tersebut. "Ya kuitansi ini untuk penarikan itu karena kerja sama dengan karangtaruna yang disepakati bersama sama yang punya barang," bebernya. Dia mengaku hanya menjalankan peran memungut retribusi dari karcis ke sejumlah sopir truk yang masuk di kawasan NIP Ngoro.

Apalagi, ia juga selalu rutin memberikan setoran kepada karangtaruna senilai Rp200 ribu. "Ya dari kuitansi itu saya berikan ke karangtaruna Rp200 ribu per bulan dan sisanya saya pakai untuk keperluan pribadi," tandasnya. Seperti yang diketahui, Tim Satreskrim Polres Mojokerto bersama Polsek Ngoro menangkap seorang preman yang melakukan tindakan premanisme dan Pungli tersebut memalak sopir truk di kawasan terhadap sejumlah sopir di kawasan NIP Park (NIP) Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

Tersangka meminta uang berkedok berupa karcis parkir pada sejumlah sopir saat mereka antre bongkar muatan di di PT Indoworld kawasan NIP Ngoro, Jumat (11/6/2021) sekitar pukul 19.00 WIB. Terungkapnya kasus tindakan premanisme dan Pungli ini bermula saat Polres Mojokerto mendapat mendapat laporan dari para sopir yang menjadi korban Pungli di PT Indoworld NIP Ngoro. Polisi menangkap tersangka sekaligus mengamankan barang bukti berupa 13 bendel karcis parkir, satu bendel kuitansi beserta uang tunai Rp680 ribu.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *